Tentang Kami

Defending digital rights in Southeast Asia

Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) adalah organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak digital, termasuk hak untuk mengakses internet, hak untuk bebas berekspresi, dan hak atas rasa aman di ranah digital. SAFEnet berbentuk badan hukum perkumpulan dengan nama Perkumpulan Pembela Kebebasan Asia Tenggara dan berkedudukan di Denpasar, Bali.

Visi SAFEnet adalah terwujudnya ranah digital yang menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia untuk semua orang. Untuk mencapai visi tersebut, SAFEnet melaksanakan empat program utama, yaitu mengadvokasi kebijakan agar mendukung pemenuhan hak-hak digital; mendukung korban pelanggaran hak-hak digital; meningkatkan kapasitas masyarakat sipil terkait hak-hak digital; dan menggalang solidaritas terhadap masyarakat sipil yang memperjuangkan hak asasi manusia (HAM).

Secara konsisten, SAFEnet melakukan advokasi bagi korban pelanggaran hak-hak digital serta terlibat dalam advokasi kebijakan Internet agar lebih menggunakan perspektif hak asasi manusia. Sejak tahun 2019, SAFEnet memberikan pelatihan keamanan holistik bagi kelompok rentan, di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, untuk membangun resiliensi dari represi digital yang semakin marak.

Hingga Februari 2024, SAFEnet memiliki 55 sukarelawan dari beragam latar belakang, termasuk jurnalis, blogger, dosen, aktivis lingkungan, mahasiswa, praktisi teknologi informasi, transgender, dan lain-lain. Mereka bekerja di setidaknya 33 kota mulai dari Pekanbaru hingga Papua.

Saat ini SAFEnet memiliki empat divisi yaitu Divisi Akses Internet, Divisi Kebebasan Berekspresi, Divisi Keamanan Digital, serta Divisi Kesetaraan dan Inklusi. Empat divisi ini bekerja antara lain memantau pelanggaran hak-hak digital, melatih keamanan digital, mendampingi korban kriminalisasi dan KBGO, serta membangun jaringan di nasional, regional, hingga internasional.

Secara nasional, SAFEnet terlibat dalam Koalisi Keselamatan Jurnalis (KKJ), Koalisi Serius Revisi UU ITE, Koalisi Advokasi Perlindungan Data Pribadi (PDP), Tim Reaksi Cepat (TRACE), dan lain-lain. SAFEnet juga menjadi anggota Asia Democracy Network (ADN), Koalisi Keep It On, Koalisi Stop Digital Dictatorship, serta berbagai forum regional maupun internasional.

Visi & Misi

Visi SAFEnet adalah terwujudnya ranah digital yang menjunjung nilai-nilai HAM untuk semua orang. Untuk mencapai visi tersebut, misi yang diemban organisasi SAFEnet, yaitu memperjuangkan hak-hak digital termasuk di dalamnya hak untuk mengakses Internet, hak untuk berekspresi, dan atas rasa aman di ranah digital.

HAK DIGITAL adalah hak asasi manusia yang menjamin setiap warga negara untuk mengakses, menggunakan, membuat dan mendistribusikan media digital.

HAK AKSES INTERNET mencakup kebebasan untuk mengakses internet, seperti ketersediaan infrastruktur, kepemilikan dan kendali penyedia layanan internet, kesenjangan digital, kesetaraan akses antara gender, penyaringan dan pemblokiran.

HAK BEBAS BEREKSPRESI termasuk keragaman konten, bebas untuk mengekspresikan pendapat dan penggunaan internet dalam memobilisasi masyarakat sipil.

HAK ATAS RASA AMAN termasuk bebas dari pengawasan massal dan pemantauan tanpa dasar hukum, perlindungan privasi, dan aman dari serangan dunia maya.

Program Utama

Dalam upaya memperjuangkan hak-hak digital, SAFEnet melaksanakan empat program utama, yaitu:

  • Mengadvokasi kebijakan agar mendukung pemenuhan hak-hak digital;
  • Mendukung korban pelanggaran hak-hak digital;
  • Meningkatkan kapasitas masyarakat sipil terkait hak-hak digital;
  • Menggalang solidaritas terhadap masyarakat sipil yang memperjuangkan HAM di ranah digital.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi SAFEnet terdiri dari Pengawas, Pengurus, dan Anggota. Pengawas adalah individu yang berpengalaman di bidang tata kelola Internet, literasi digital, dan keamanan digital terutama dari perspektif masyarakat sipil. Pengawas, pengurus, dan anggota SAFEnet bekerja secara terpisah di berbagai kota di Indonesia, termasuk Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Banyuwangi, Pontianak, Samarinda, Denpasar, Makassar, Ambon, hingga Papua.

Dewan Pengawas

Damar Juniarto

Ketua

Shita Laksmi

Ika Ningtyas

Habib Almascaty

Sugiyono

Dewan Pengurus

Anton Muhajir

Ketua

Nenden Sekar Arum

Sekretaris

Nike Andaru

Bendahara

Badan Pelaksana

Nenden Sekar Arum

Direktur Eksekutif

Unggul Sagena

Kepala Divisi Akses Internet

Aseanty Pahlevi

Kepala Divisi Kesetaraan dan Inklusi

Anton Muhajir

Direktur Program

Hafizh Nabiyyin

Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi

Syaifullah

Kepala Divisi Keamanan Digital

Nike Andaru

Manajer Keuangan

Anggota SAFEnet

Anggota SAFEnet berasal dari latar belakang beragam, seperti jurnalis, blogger, ibu rumah tangga, kelompok LGBTQ, pekerja swasta, praktisi keamanan digital, dan lain-lain.

INDONESIA

Bandung: Ardy Wibisana, Shinta Ressmy
Bogor: Matahari Timoer, Indriyanto Banyumurti, Unggul Sagena
Denpasar: Ni Wayan Widayanti Arioka, Anton Muhajir, Kadek Yudistira
Gorontalo: Banimal
Jakarta: Bimo Aria, Damar Juniarto, Donny BU, Ignatius Dwiana, Nabillah Saputri, Nenden Sekar Arum, Muhammad Arsyad, Lefri Mikhael
Jayapura: Alldo F. Mooy, Syaifullah
Jember: Adinda Putri Kusumawardhani
Makassar: Aksan Nugroho, Sugiyono
Mataram: Furqan Ermansyah
Medan: M. Hafizh Nabiyyin
Labuan Bajo: Habib Almascaty
Lampung: Rama Sejati
Pekanbaru: Andri Rahmat
Palembang: Nike Andaru
Pontianak: Aseanty Pahlevi
Purwokerto: Balqis Zakiyyah Qonita
Samarinda: Ade Fadli
Semarang: Andreas Ryan Sanjaya, Zahra Nur Aliya
Tangerang Selatan: Nurul Azizah
Trenggalek: Tessa Ardhia Maheswari
Yogyakarta: Ervani Emihandayani, Andreas Takimai