Penelusuran Video: Penyiksaan Tiga Perempuan di Papua

Pada Maret 2024 lalu, beredar video tentang penyiksaan Orang Papua dalam Tong. Video itu menyebar di berbagai media sosial, terutama X dan Facebook, kemudian disambut dengan berbagai macam respon. Salah satu responnya dengan beredarnya video penyiksaan terhadap tiga perempuan.

Namun, tidak cukup informasi tentang siapa tiga perempuan yang disiksa tersebut dan kapan kejadiannya. Oleh karena itu, tim peneliti SAFEnet melakukan penelusuran dan pengumpulan informasi untuk melakukan analisis mendalam menggunakan teknologi open source intelligent (OSINT).

Berikut adalah tahapan-tahapan yang kami lakukan:

  • Pencarian Informasi Melalui Facial Recognition OSINT (FR OSINT) Langkah pertama dengan mencari informasi terkait penyebaran video penyiksaan tersebut melalui X. Dalam proses ini, kami menggunakan teknik Facial Recognition OSINT (FR OSINT), yaitu cabang dari OSINT yang berfokus pada penggunaan teknologi pengenalan wajah.
  • Mengumpulkan Informasi terkait Video Setelah melakukan pencarian awal, kami kemudian mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan video tersebut. Hal ini termasuk informasi mengenai sumber video, lokasi kejadian, informasi mengenai korban dan pelaku, serta informasi lain yang relevan.
  • Pendokumentasian dan Pengolahan Data Semua data yang diperoleh, baik berupa gambar maupun informasi tekstual, didokumentasikan dengan rapi. Data tersebut kemudian diolah dengan cermat untuk memastikan validitas dan keakuratannya.

Dari tiga tahapan di atas, kami menemukan informasi yaitu:

  • Adanya penyebaran video kekerasan kepada tiga orang perempuan untuk membalas video penyiksaan warga sipil Papua. Penyebaran dilakukan dari 27 hingga 29 Maret 2024.
  • Adanya kesamaan antara video penyiksaan dengan informasi mengenai kasus Nakes di Kiwirok, Papua pada September 2021.

Kronologi Penyebaran

Penyebaran video di X diketahui muncul pertama dari akun @PaQuiTo97544131 pada 27 Maret 2024 yang diunggah pada pukul 8:32 AM. Unggahan ini lalu diamplifikasi oleh akun @hydro_BMF pada 28 Maret 2024 pukul 10.44 AM di X dalam versi yang sudah diedit. Tujuan pengunggahan ini untuk membalas postingan dari @albertsamuel28 tentang kekerasan yang terjadi di Papua, tentang warga sipil yang disiksa dalam tong air.

Postingan akun @hydro_BMF kemudian dibalas oleh akun @diki2402pratama dengan versi tanpa sensor pada 2:52 PM dan selanjutnya juga diunggah dengan balasan oleh akun @kbm_andi39096 pada 29 Maret 2024 pukul 3 06 PM yang kemudian semakin meluas. Video tersebut selama 3 hari berturut-turut terlibat dalam percakapan yang berkaitan.

Gambar 1: Urutan penyebaran video

Identifikasi di Media Sosial

Berdasarkan video yang beredar, tim peneliti OSITN SAFEnet melakukan investigasi online dan menemukan kesamaan pola dengan kasus penyiksaan tenaga kesehatan (nakes) di Papua. Informasi ini bersumber dari berbagai media dan visual dalam video. Peristiwa ini terjadi pada 13 September 2021, di mana terjadi penyerangan dan penyiksaan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Gambar 2: Identifikasi melalui media sosial

Berdasarkan informasi tersebut diungkapkan bahwa ada penyiksaan kepada tenaga kesehatan yang dilakukan dalam keadaan tanpa busana. Berikut ini kutipan dari media detik sebagaimana dikabarkan pada 17 September 2021:

“Kemudian ketiga suster ini ditelanjangi dengan cara merobek pakaiannya dengan parang. Setelah ditelanjangi kemudian dianiaya secara tidak manusiawi. Paha mereka ditikam, muka ditonjok, dan pelecehan seksual hingga pingsan. Akhirnya ditinggalkan, karena mungkin dikira sudah mati, sehingga didorong lagi ke dalam jurang yang lebih dalam sekitar 300 meter,”

Berdasarkan cerita kronologis tersebut terdapat kesamaan perlakuan yang dilakukan dalam keseluruhan isi video tersebut.

Identifikasi Wajah

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa wajah yang muncul dalam video tersebut memiliki kesesuaian dengan wajah yang ditemukan di berbagai media sosial. Tim peneliti melakukan penelusuran dan mengumpulkan gambar-gambar tersebut, dan menemukan kecocokan wajah dan ciri-ciri tubuh dengan yang ada dalam kasus penyiksaan nakes di Kiwirok.

Kesimpulan

Setelah mempelajari semua informasi yang dikumpulkan, kami menyimpulkan bahwa:

  • Video yang beredar menunjukkan adanya kesamaan dengan kasus penyiksaan nakes di Papua yang terjadi pada September 2021.
  • Kemungkinan besar video tersebut direkam pada tanggal 13 September 2021.
  • Video tersebut baru disebarkan kembali sejak tanggal 27 hingga 29 Maret 2024.

Berdasarkan kesimpulan di atas, kami menduga bahwa motif penyebaran video tersebut adalah untuk menanggapi unggahan kasus penyiksaan terhadap masyarakat sipil oleh aparat militer yang sedang viral pada saat itu.

Referensi:

Amirullah. 2021. “Cerita Tenaga Kesehatan Korban Kekerasan KKB, Selamat Setelah Lompat Ke Jurang.” Tempo. September 18, 2021. https://nasional.tempo.co/read/1507573/cerita-tenaga-kesehatan-korban-kekerasan-kkb-selamat-setelah-lompat-ke-jurang.

Siagian, Wilpret. n.d. “Biadab! Teroris KKB Lecehkan Nakes Wanita Hingga Tewas Di Pegunungan Bintang.” Detiknews. Accessed April 23, 2024. https://news.detik.com/berita/d-5728056/biadab-teroris-kkb-lecehkan-nakes-wanita-hingga-tewas-di-pegunungan-bintang.

‌“DPR Papua: Pelaku Penyerangan Nakes Di Kiwirok Orang Dekat, Biasa Makan Bersama.” n.d. Kumparan. Accessed April 23, 2024. https://kumparan.com/bumi-papua/dpr-papua-pelaku-penyerangan-nakes-di-kiwirok-orang-dekat-biasa-makan-bersama-1wYl2UJKvPD.

Redaksi. 2021. “KORBAN KEJI KKB: Suster Ella Akan Dimakamkan Di Jayapura, Kristina Akan Dipulangkan Ke Toraja Setelah Sembuh | Koranseruya.com.” Koranseruya.com. September 17, 2021. https://koranseruya.com/korban-keji-kkb-suster-ella-akan-dimakamkan-di-jayapura-kristina-akan-dipulangkan-ke-toraja-setelah-sembuh.html.